SUARANEWS86.COM | PEKANBARU — Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau mulai memproses pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) tahun 2025. Namun, besaran dana BOSDA tahun ini berpotensi mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya akibat keterbatasan anggaran daerah.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, menyebutkan pihaknya telah menginstruksikan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) terkait untuk segera menyusun justifikasi pencairan BOSDA.
“Namun besarannya perlu kami laporkan terlebih dahulu kepada Gubernur, karena terjadi penurunan signifikan akibat defisit. Kami juga sudah agendakan pertemuan via zoom bersama seluruh kepala sekolah untuk membahas hal ini,” jelasnya, Senin (14/4/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait dana BOSDA tahun 2024, Erisman mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih ada sekolah yang belum menerima dana tersebut karena adanya tunda bayar tahun lalu.
“Dana BOSDA 2024 sebagian besar masuk tunda bayar. Pembayarannya akan dilakukan setelah audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan masuk dalam skema APBD Perubahan 2025,” urainya.
Ia juga menambahkan bahwa dana BOS dari pemerintah pusat yang bersumber dari APBN sebenarnya sudah masuk ke rekening masing-masing sekolah. Namun, belum banyak sekolah yang memanfaatkannya akibat keterlambatan penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS).
“Karena itu, dalam zoom hari Senin ini kami juga berdialog dengan para kepala sekolah untuk mengetahui kendala apa yang menyebabkan BOS Pusat belum dieksekusi,” sambungnya.
Sebagai informasi, dana BOSDA merupakan anggaran dari Pemerintah Provinsi Riau yang ditujukan untuk mendukung pembiayaan pendidikan siswa yang tidak dapat dibiayai oleh dana BOS pusat. Kehadiran BOSDA diharapkan dapat meringankan beban biaya sekolah bagi siswa di Riau. ***
Editor : Fadli




























