SUARANEWS86.COM || Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi keinginan Amerika Serikat (AS) untuk mengakses ‘harta karun’ dalam hal ini sumber daya mineral kritis di Indonesia.
AS dan Indonesia sendiri telah mencapai kesepakatan dalam negosiasi tarif impor kedua negara, salah satunya soal mineral kritis.
Kesepakatan antar negara tersebut tertuang dalam kerangka kerja untuk negosiasi Perjanjian Perdagangan Timbal Balik kedua negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Indonesia akan menghapus pembatasan ekspor komoditas industri ke Amerika Serikat, termasuk mineral kritis,” tulis pernyataan Gedung Putih, beberapa waktu yang lalu.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi keinginan Amerika Serikat (AS) untuk mengakses ‘harta karun’ dalam hal ini sumber daya mineral kritis di Indonesia.
AS dan Indonesia sendiri telah mencapai kesepakatan dalam negosiasi tarif impor kedua negara, salah satunya soal mineral kritis.
Kesepakatan antar negara tersebut tertuang dalam kerangka kerja untuk negosiasi Perjanjian Perdagangan Timbal Balik kedua negara.
“Indonesia akan menghapus pembatasan ekspor komoditas industri ke Amerika Serikat, termasuk mineral kritis,” tulis pernyataan Gedung Putih, beberapa waktu yang lalu.
“Kemarin, negosiasi tentang tarif, ada keinginan untuk Amerika, mineral kritis. Saya bilang, kita kasih. Sama. Tinggal Bapak datangkan investornya, saya siapkan tambangnya,” tegas Bahlil di Hotel Mulia Jakarta, dikutip Rabu (6/8/2025). **
Editor : Reza


























