SUARANEWS86.COM || Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan saat ini pimpinan bank penerima dana Rp200 triliun dari kas negara tengah menghadapi tantangan dalam menyalurkan kredit.
Dalam konferensi pers di Sekretariat Kabinet RI pada Senin (15/9) hari ini, Purbaya menegaskan seluruh bantuan likuiditas itu telah disalurkan kepada 5 bank penerima, yang merupakan bagian dari Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) pada Jumat (12/9).
“Uangnya sudah nongkrong di sana. Sekarang saya duga para Dirut (Direktur Utama) bank pusing mau menyalurkan ke mana,” kata Purbaya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun Purbaya tak khawatir jika kelima bank itu tidak bisa menyalurkan tambahan likuiditas secara langsung.
“Paling tidak kalau mereka belum bisa menyalurkan karena punya uang lebih, dia tidak akan perang bunga lagi,” imbuh Purbaya.
Secara tidak langsung, lanjut Purbaya, ekonomi bisa tumbuh lebih cepat jika tidak ada perang bunga di antara perbankan. Baik bunga pinjaman maupun bunga deposito.
“Yang jelas cost of money turun. Jadi yang punya uang tidak ragu untuk belanja, yang mau pinjam ke bank tidak ragu untuk pinjam,” kata Purbaya.
Meskipun demikian, Purbaya mengatakan para bank penerima akan mendapat arahan agar mereka menyalurkan kelebihan likuiditas ke sejumlah program unggulan pemerintah.
Sebelum memindahkan kas negara ke perbankan, Purbaya mengaku sebagian bank mengaku hanya bisa menyerap Rp7 triliun. Namun demi mendorong pertumbuhan ekonomi, kata Purbaya, semua bank tetap mendapat alokasi sesuai rencana awal.
“Jadi bukan saya lagi yang mikir, mereka (bank) yang mikir penyaluran kreditnya,” imbuh Purbaya, yang baru dilantik menjadi Menkeu sepekan lalu, menggantikan Sri Mulyani Indrawati. **
Editor : Reza





















