SUARANEWS86.COM || PEKANBARU – Pelayanan transportasi publik di Kota Pekanbaru kembali menjadi sorotan. Pos pantau Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) yang berada di Jalan Harapan Raya ujung diduga sering kosong tanpa petugas, sehingga fungsi pengawasan yang seharusnya berjalan optimal justru tidak terlihat (6/12/25).
Dari pantauan media di lapangan, petugas hanya datang saat jam makan siang, lalu setelah selesai makan mereka meninggalkan pos. Aktivitas ini memicu pertanyaan publik: “Apa sebenarnya fungsi pos pantau jika petugas hanya hadir untuk makan siang?”
Bus Trans Metro Rute 03 Banyak Rusak, Layanan Makin Tak Layak
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Keluhan tidak berhenti sampai di situ. Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) rute 03 yang biasanya beroperasi hingga halte awal DPRD—dan kini diperpanjang sampai Ramayana—diduga banyak yang mengalami kerusakan.
Namun hingga kini belum ada tindakan nyata dari Kepala UPT Trans Metro Pekanbaru, Sarwono, yang menurut sopir dan penumpang, seolah tidak menunjukkan niat memperbaiki armada meski anggaran pemeliharaan setiap tahun sangat besar.
Para sopir TMP mengaku kewalahan menghadapi keluhan penumpang. “Penumpang marah-marah ke kami, bilang anggaran habis tapi bus dibiarkan rusak. Kami tidak bisa apa-apa, karena kewenangan memperbaiki ada di atasan,” ujar salah seorang sopir TMP.
Penumpang juga mengaku sudah terlalu sering kecewa dengan kondisi angkutan umum milik Pemko ini.
Masyarakat pengguna Trans Metro, terutama di halte-halte utama pada pagi dan sore hari, mengeluhkan harus menunggu hingga berjam-jam. Tidak sedikit yang akhirnya memilih layanan transportasi lain karena bus tak kunjung datang.
Seorang warga mengaku harus menunggu lebih dari satu jam pada jam sibuk.
“Sampai capek menunggu. Ini bus publik, harusnya jadwal jelas, bukan malah makin kacau,” keluhnya.
Pelayanan Transportasi Publik Pekanbaru Kian Terpuruk
Dugaan pos pantau yang tidak berfungsi, bus yang dibiarkan rusak, dan pelayanan yang makin menurun membuat masyarakat mempertanyakan kepemimpinan dan pengawasan di lingkungan DLLAJ dan UPT TMP.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka citra pelayanan publik Kota Pekanbaru akan semakin terpuruk, sementara anggaran besar yang digelontorkan setiap tahun tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Sampai berita ini ditayangkan, Kepala UPT Trans Metro Pekanbaru, Sarwono saat dimintai konfirmasi nya belum memberikan jawaban apapun. (Tim)

























