SUARANEWS86.COM || Iran dilaporkan mengambil langkah untuk menutup Selat Hormuz menyusul serangan rudal yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu. Kapal-kapal di kawasan Teluk sudah menerima siaran radio frekuensi tinggi dari Garda Revolusi Iran yang memperingatkan bahwa kapal tidak akan diizinkan melintasi jalur perairan strategis tersebut.
Dikutip dari Gulfnews, Sabtu (28/2/2026), Selat Hormuz yang terletak di Teluk Arab merupakan jalur pelayaran vital bagi sekutu Amerika Serikat dan pasar energi global. Ketegangan di kawasan ini meningkat tajam setelah serangan militer terhadap Iran.
Iran berada di sisi utara Selat Hormuz dan mengendalikan sejumlah titik akses utama menuju jalur tersebut. Posisi geografis ini memberi Teheran pengaruh besar terhadap lalu lintas energi dunia, termasuk ekspor minyaknya sendiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia melewati Selat Hormuz. Angka tersebut menjadikan jalur ini sebagai salah satu arteri paling penting dalam perdagangan energi global.
Langkah Iran untuk membatasi atau menutup akses Selat Hormuz berpotensi memicu gejolak besar di pasar minyak dan meningkatkan risiko gangguan pasokan energi dunia. **
Editor : Reza





















