Imigrasi Ketapang Periksa 15 WNA China Penyerang Prajurit TNI

- Redaksi

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARANEWS86.COM || Sebanyak 15 Warga Negara Asing (WNA) asal China yang melakukan penyerangan terhadap lima prajurit TNI dan seorang petugas keamanan tambang emas di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) akhir pekan lalu akhirnya digelandang ke kantor imigrasi.

Petugas Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ketapang melakukan pemeriksaan menyeluruh perihal keimigrasian 15 WN China yang melakukan penyerangan dengan senjata di area tambang emas yang dikelola PT SRM di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang.

“Benar, sudah dibawa ke Kantor Imigrasi Ketapang,” kata Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Kasi Tikim) Kantor Imigrasi Ketapang, Ida Bagus Putu Widia Kusuma, Selasa (16/12) seperti dikutip dari laman detikKalimantan.

“Terkait proses keimigrasian, sedang kami lakukan pemeriksaan. Apakah ada pelanggaran atau tidak, ini masih diperiksa,” sambungnya.

Sebelumnya, 15 WN China ini disebut adalah pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) dengan sponsor perusahaan pertambangan emas PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM) manajemen yang lama.

Kitas adalah dokumen izin tinggal sementara yang wajib dimiliki WNA untuk tinggal legal di Indonesia dengan berbagai tujuan seperti bekerja, sekolah, investasi, atau menikah dengan WNI, memberikan WNA hak hukum dan perlindungan untuk jangka waktu tertentu.

Baca Juga :  Kapolri Bentuk Tim Reformasi Polri, Komjen Pol Chryshnanda Dwilaksana Ditunjuk sebagai Ketua

Kitas umumnya memiliki masa berlaku 6 bulan hingga 2 tahun, dan dapat diperpanjang. Fungsi KITAS mencakup izin tinggal resmi, izin kerja, izin belajar, hingga izin untuk keluarga WNI, memfasilitasi aktivitas legal WNA di Indonesia.

Ida Bagus mengatakan, Imigrasi Ketapang tak tinggal diam menyikapi kabar penyerangan oleh WN China di kawasan dekat PT SRM di Kabupaten Ketapang.

“Untuk saat ini mereka (15 WN China) masih ditangani oleh kepolisian dan kita siap support aparat penegak hukum terkait pelanggaran yang dilakukan orang asing,” tegasnya.

Ida juga memastikan, Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) selalu memantau dan memonitor keberadaan orang asing. Yang sudah dilakukan yakni pengawasan di wilayah kerja Imigrasi Ketapang dan melalui Wadah TIMPORA (Tim Pengawasan Orang Asing).

Baca Juga :  20 Prajurit Ditetapkan Sebagai Tersangka Atas Kematian Prada Lucky dan Sudah Ditahan

“Kami juga sering melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum setempat untuk deteksi dini pelanggaran Keimigrasian dan Peraturan Perundang-undangan di Indonesia karena WNA wajib mematuhi peraturan di indonesia,” kata dia. **

Editor : Reza

Follow WhatsApp Channel suaranews86.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan Maut di Kampar, 2 Pengendara Motor Tewas Ditempat Terlindas Truk
Bocah Tenggelam di Sungai Ngaso Rohul Ditemukan Meninggal Dunia
Diduga Alami Microsleep, Pengemudi Toyota Yaris Tewas Ditempat usai Tabrak Truk di Tol Permai
Bocah 8 Tahun Hilang Tenggelam di Aliran Sungai Ngaso, Basarnas Pekanbaru Turunkan Tim Pencairan
TNI Gelar Pasukan Satgas Patriot III untuk Tampil di Pakistan Day
Protes Jalan Rusak, Warga Sana Tengah Cari Saweran Perbaikan Hingga Ke Luar Kabupaten
Kantor Kesra Pemkab Inhil Terbakar, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp100 Juta
Dugaan Perbuatan Amoral SAF Resmi Dilaporkan, Pelapor Menunggu Langkah Tegas BK DPRD Pemekasan

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 07:42 WIB

Kecelakaan Maut di Kampar, 2 Pengendara Motor Tewas Ditempat Terlindas Truk

Minggu, 11 Januari 2026 - 15:23 WIB

Bocah Tenggelam di Sungai Ngaso Rohul Ditemukan Meninggal Dunia

Minggu, 11 Januari 2026 - 13:21 WIB

Diduga Alami Microsleep, Pengemudi Toyota Yaris Tewas Ditempat usai Tabrak Truk di Tol Permai

Sabtu, 10 Januari 2026 - 06:11 WIB

Bocah 8 Tahun Hilang Tenggelam di Aliran Sungai Ngaso, Basarnas Pekanbaru Turunkan Tim Pencairan

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:11 WIB

TNI Gelar Pasukan Satgas Patriot III untuk Tampil di Pakistan Day

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page