SUARANEWS86.COM || Suasana mencekam terjadi di Markas Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam. Ratusan warga dari berbagai elemen menggeruduk markas tersebut sebagai buntut tewasnya seorang pengemudi ojek online (ojol) yang diduga terlindas mobil aparat bertuliskan Brimob di Jalan Penjernihan Raya, Bendungan Hilir, Tanah Abang.
Di tengah hujan deras, massa berbondong-bondong mendatangi Mako Brimob untuk menuntut pertanggungjawaban aparat atas insiden tersebut. Warga tampak berteriak lantang di depan pintu gerbang, meminta keadilan bagi korban.
“Mencekam, markas Brimob malam ini mencekam!” teriak salah seorang warga yang terekam kamera ponsel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam tayangan video lainnya, tampak perwakilan dari Brimob keluar menemui massa. Dalam percakapan yang terdengar, pihak Brimob menyatakan akan bertanggung jawab atas peristiwa di Jalan Penjernihan. Meski begitu, massa tetap meluapkan emosinya dengan teriakan dan desakan agar kasus tersebut diproses secara transparan.
Sebelumnya, beredar luas video berdurasi 1 menit 30 detik yang memperlihatkan mobil bertuliskan Brimob melaju kencang menembus kerumunan massa di Jalan Penjernihan Raya. Dalam rekaman, seorang pria berjaket ojol yang tergeletak di jalan tiba-tiba terlindas oleh mobil tersebut.
Sontak warga yang melihat kejadian itu langsung berteriak marah dan mengerumuni kendaraan aparat. Diduga panik, sopir mobil lantas tancap gas. Korban yang sudah terlindas bahkan sempat terseret beberapa meter di bawah bemper kendaraan. Massa berusaha mengejar mobil aparat tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, korban diketahui bernama Moh. Umar Amarudin (30), warga Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat. Umar merupakan pengemudi ojol yang kebetulan melintas saat terjadi bentrokan antara aparat dan massa demonstran.
“Benar, infonya meninggal di rumah sakit Pelni,” kata seorang sumber kepada wartawan.
Insiden ini menimbulkan gelombang kemarahan dari kalangan pengemudi ojol di berbagai wilayah. Mereka mengecam keras tindakan aparat yang dianggap ceroboh dan menyebabkan korban jiwa.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Metro Jakarta Pusat maupun Polda Metro Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan, hanya menyampaikan pihaknya masih memantau situasi.
“Siap monitor, Mas. Terima kasih informasinya,” ujar Ruslan melalui pesan singkat kepada wartawan, Kamis malam. **
Editor : Reza





















